Susilo Bambang Yudhoyono menulis sendiri pengalaman dan suka-dukanya selama memimpin negeri ini. Ia juga berbagi dengan para pemimpin masa depan dan para pecinta demokrasi tentang pengalamannya menjalankan roda pemerintahan dan sekaligus mengikuti dua kali pemilihan presiden, sebagai sebuah pembelajaran.
"Dari Soekarno Sampai SBY" menguak pola komunikasi politik dan kepemimpinan enam Presiden Indonesia. Soekarno ternyata lebih banyak berbicara dengan bahasa lugas, tanpa tedeng aling-aling; Soeharto sangat high context, senyumnya multi-tafsir; Habibie kuat dengan bahasa tubuh dan emosional; Gusdur tidak punya pola, alias suka-suka, tapi sering menggertak komunikan; Megawati easy-going dan, konon…
Catatan yang tajam dan paling komprehensif yang membedah kegagalan demi kegagalan presiden kita dalam membawa Indonesia tinggal landas. Satu hal yang pasti, ada solusi dan pencerahan yang ditawarkan sang penulis kepada kita dengan cara memberi gambaran apa adanya tentang tanah air tercinta.